Maaf
Aku tak mau mencintai kamu. Bukan tidak bisa tapi tidak mau.
Sebenarnya aku tak ingin menjelaskan apa-apa. Karena rasa bukan hal yang bisa dijelaskan dengan berjuta kata-kata. Rasa itu sunyi. Rasa itu berbisik pelan sekali. Tapi rasa yang dihati tak pernah tahu bagaimana berbohong dan mementingkan diri sendiri, ia jujur dan ia melindungi.
Dan walaupun kamu menyalahkan aku karena terlalu percaya rasa yang menurut kamu membuat aku terjebak berkali-kali. Tapiā¦rasa yang aku punya membuat aku masih mau tahu kalau kamu juga punya hati yang harus dihargai.
Maka aku harus punya alasan jujur kenapa bukan kamu yang aku mau di sisi.
Aku tak akan bicara soal kelebihan atau kekurangan kamu lagi. Aku tak berani bicara tentang cinta yang selalu kamu beri. Kita sama-sama tahu dan mengerti. Aku tak pernah peduli penilaian siapapun tentang kamu. Aku hanya peduli dengan apa yang aku rasakan dan aku yakini.
Aku juga tak mau lagi bicara tentang keadaan diantara kita berdua. Tentang orang-orang di sekitar kita. Tentang bagaimana mereka memandang dan bicara tentang kita. Kita sudah sama-sama tersiksa dan muak dengan apa yang mereka lakukan pada kita.
Tapi rasa ini tak bisa berbohong lagi. Aku berusaha. Aku menunggu tanda-tanda. Aku bicara pada Tuhan dengan penuh percaya dan meminta dia bicara padaku lewat rasa dan tanda. Aku benar-benar menyerahkan keputusan pada apa yang aku rasa.
Aku tidak mau mencintai kamu. Rasa dalam hatiku melarang aku untuk mencintai kamu. Bukan menghitung untung rugi. Bukan takut dengan rasa sakit atau gagal lagi.
Tidak ada debaran. Tidak ada rindu. Tidak ada kehilangan. Tidak memikirkan. Tidak merasa harus setia. Tidak takut kamu marah lalu menghilang. Tidak ingin berlari memeluk kamu saat sedih sekali. Tidak mau berbagi tawa dan kebahagiaan. Tidak merencanakan masa depan. Tidak ingin menghabiskan malam berduaan. Tidak.
Daripada aku harus membuat kamu menunggu dan berharap lebih lama. Daripada nanti kamu makin jatuh cinta. Daripada aku semakin terlihat bodoh dan plin plan. Daripada aku harus menyakiti orang yang punya cinta.
Lebih baik aku bicara sekarang juga.
Maaf. Aku tidak mau mencintai kamu.