Selalu
Entah kenapa saya bisa diam terpaku dan gemetar ketika bertemu seorang Djenar Mahesa atau Fira Basuki (jangan sebut Taufik Ismail atau alm. Rendra, saya pernah hampir kehabisan napas saat bertemu mereka saking kagum dan grogi) sementara saya bisa tertawa-tawa atau bahkan bekerja bersama dalam sebuah acara bersama penyanyi atau pemain film ternama.
Untuk saya, penulis itu teramat sangat luar biasa.
Mungkin memang kakek saya penyebab utamanya. Dia yang sejak kecil senang mengurung diri bersama saya di ruang kerja yang seluruh dindingnya tertutup oleh rak buku berisi buku-buku sastra, biografi orang-orang ternama, fiksi, non-fiksi, sejarah, agama bahkan sampai buku cara belajar bahasa German, Italia, Belanda dan juga buku bagaimana cara berternak ayam (saat itu judulnya adalah Cara Beternak Ajam).
Yang saya ingat, tidak ada satu hari terlewat buat saya tanpa membaca satu bukunya dan kakek saya memberikan akses yang luar biasa. Saat cucu yang lain begitu takut masuk ke kamar kerjanya, saya bisa dengan santainya memanjat rak, mengambil buku, lalu duduk di pojok dekat jendela dan kemudian menenggelamkan diri saya dalam tiap-tiap baris tulisan.
Semakin saya beranjak besar, selalu ada satu buku yang saya beli tiap bulan. Bukan komik, bukan cerita bergambar, bukan majalah. Tapi buku yang seluruhnya hanya berisi baris-baris tulisan dan kalaupun ada foto atau gambar hanyalah terselip di satu dua bagian untuk melengkapi informasi sejarah.
Saya lebih memilih otak saya sendiri yang menentukan sebiru apa langit yang dimaksud, seterang apa matahari yang diceritakan, di bukit setinggi apa sang lelaki berdiri dan seperti apa lelaki itu. Saya memilih untuk mendeskripsikan kata-kata itu seperti yang saya inginkan dan bukan seperti apa yang disajikan untuk mata saya. Saya memilih untuk hanya percaya apa yang saya ciptakan sendiri dalam akal dan rasa.
Sekarang saya berada dalam ruang lingkup kerja yang memungkinkan saya bertemu banyak rekan media, entah itu wartawan koran, majalah maupun media online dan media elektronik… dan mereka semua luar biasa cerdas! Senang mendengar banyak ide dari mereka mengalir dan apalagi ketika ide itu menjadi tulisan ataupun script yang dibacakan di radio ataupun digunakan dalam acara televisi.
Ini membuat saya selalu bersyukur menjalani hari demi hari. Pekerjaan ini terasa begitu menyenangkan karena mereka dan karena saya seperti diizinkan untuk selalu menikmati lagi dan lagi keindahan dan kenyamanan yang saya dapat ketika pikiran saya berenang dalam lautan kata-kata sementara tubuh saya terduduk di pojok kamar.
Saya selalu kagum dengan penulis. Ya, seperti kamu juga, yang bisa menulis bagaimana senang, sedih atau marahnya kamu hari ini di blog, diary, notes atau apapun media yang kamu pilih. Yang bisa membuat orang ikut tersenyum, tertawa atau merasakan hatinya tergerak bersama dengan aliran tulisan yang kamu buat. Yang bisa membuat orang lain merasa, “Hey, aku juga merasa begitu. Ternyata aku ga sendirian!”
Bagaimana mungkin saya bisa tidak kagum dengan penulis kalau dengan caranya merangkai setiap kata-kata dan mengungkapkan apa yang ada di pikiran dan hatinya, mereka bisa membuat orang merasakan kalau dia tidak sendirian.
Jadi, ya, saya selalu kagum dengan penulis.
*amila, yang baru saja terkagum-kagum melihat tulisan seorang teman di majalah.